Pengembangan Pendidikan Agama Islam Di Masyarakat Multikultural
Islamic religious education, multicultural, harmony
DOI:
https://doi.org/10.65787/at-takillah.v2i2.508Keywords:
Islamic, religious, education, multicultural, harmonyAbstract
Islam mendorong manusia untuk bekerja sama dan saling membantu (ta’awun) dengan sesama manusia dalam kebaikan. Dalam kehidupan sosial masyarakat Muslim, dapat berhubungan dengan siapa saja tanpa memandang ras, bangsa, dan agama. Namun, proses realisasinya mengalami banyak hambatan, seperti fundamentalisme, radikalisme, dan terorisme. Sikap Islam sebagai agama rahmatan lil alamin sangat humanis, tidak menjadikan hal-hal duniawi sebagai keyakinan yang dianut oleh para pengikutnya, tetapi tidak meninggalkan nilai universal sebagai pesan agama untuk menjaga perdamaian di antara sesama manusia, dengan menumbuhkan toleransi, membangun solidaritas, menjunjung tinggi demokrasi, dan menghindari fanatisme agama. Dengan demikian, pendidikan Islam dengan konsep harmoni adalah pendidikan yang mampu menciptakan perbedaan sebagai alat untuk menjadi pribadi yang lebih taat dan tidak keluar dari fitrahnya, yaitu dengan mengajarkan bagaimana hidup dalam pluralitas bangsanya, sehingga mereka dapat hidup, baik di dalam kelompok maupun di luar kelompok, hidup damai dengan lingkungan, menafsirkan perbedaan dengan bijak dan tepat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








